Klinik Komposter Jakarta-composting system improvements

Artikel BSL Mw-o1

Dahulu Limbah Sekarang Berkah

Teknologi mengatasi Limbah dengan BSL-Mw-01

Air limbah adalah air yang telah mengalami penurunan kualitas karena pengaruh manusia. Air limbah perkotaan biasanya dialirkan di saluran air kombinasi atau saluran sanitasi, dan diolah di fasilitas pengolahan air limbah atau septic tank. Air limbah yang telah diolah dilepaskan ke badan air penerima melalui saluran pengeluaran. Air limbah, terutama limbah perkotaan, dapat tercampur dengan berbagai kotoran seperti feses maupun urin.

Buangan yang dihasilkan manusia sebagai akibat kegiatan biologis dapat digolongkan menjadi dua jenis yakni:

  1. Buangan yang berbentuk padat (tinja atau feces) dan
  2. Buangan yang berbentuk cair (air kemih atau air seni)

Tinja atau feces umumnya mengandung bermacam-macam jenis mikroorganisme patogen (penyakit) baik bakteri atau virus yang dapat menyebabkan penyakit. Beberapa kelompok bakteri yang sering ditemukan pada tinja penderita penyakit adalah Bakteri fragillus, Fecal coliform, Total coliform, E.colli, Fecal streptococci dan Enterococci. Beberapa kelompok virus penyebab penyakit adalah adenovirus, enterovirus, hepatitis A virus, reovirus dan rotavirus (penyebab diare). Diperkirakan dalam 1 gram tinja dapat mengandung virus penyebab penyakit sebanyak 109 partikel. Protozoa juga umum ditemukan dalam tinja yang berasal dari orang sakit. Beberapa species protozoa dapat menyebabkan penyakit disaluran pencernaan. Umumnya protozoa berada pada tinja dalam bentuk kista. Kelompok bakteri coliform dipilih sebagai indikator pencemaran yang diakibatkan oleh tinja. Bakteri ini secara umum tidak patogen, dikeluarkan dalam jumlah banyak dari saluran pencernaan, tidak berkembang biak diluar tubuh dan tahan hidup lebih lama di air. Karakteristik kimia tinja berbeda-beda tergantung dari tingkat sosial, umur, jenis kelamin, iklim, jenis makanan, kondisi kesehatan dan kegiatan.

Seiring dengan laju pertambahan penduduk dan terbatasnya areal pemukiman, khususnya diperkotaan, secara umum telah memaksa kita untuk efisiensi dalam memanfaatkan ruang bagi berbagai aktivitas kita. Hal tersebut telah membuat perubahan pada sistem sanitasi lingkungan, khususnya pengolahan/penampungan limbah rumah tangga yang dikenal dengan istilah septic tank yang pada awalnya memiliki tangki resapan menjadi sistem limpasan, perubahan ini secara ekonomis dan praktis sangat membantu, namun dilain pihak sistem septic tank limpasan telah memberikan kontribusi yang besar dalam pencemaran air tanah dan penyebaran penyakit (gambar 1a dan 1b meperlihatkan perbedaan sistem septic tank). Hal tersebut apabila tidak segera dilakukan alternatif-alternatif yang bijaksana akan dapat merupakan masalah besar dalam kesehatan lingkungan pemukiman. 

Tabel1. Komposisi kimia pada tinja dan air kemih berdasarkan prosentase berat basah

Komponen Air Kemih (%) Tinja (%) Campuran (%)
Air 94,80 77,20 93,00
Zat kering 5,20 22,80 7,00
Zat organik 4,20 19,40 5,70
Abu 1,00 3,40 1,30
N (nitrogen) 1,00 1,60 1,10
P (P2O5) 0,15 1,60 1,10
K (K2O) 0,18 0,55 0,22

Tabel 1. Jumlah konsentrasi zat-zat dalam tinja dan air kemih rata-rata orang dewasa (kg/tahun)

Komponen Air Kemih (%) Tinja (%) Campuran (%)
Air 438,00 48,50 486,50
Zat kering 23,00 11,00 34,00
Zat organik 18,20 9,40 27,60
N (nitrogen) 4,40 0,80 5,20
P (P2O5) 0,66 0,60 0,26
K (K2O) 0,18 0,27 1,08
Kapur (CaO) 0,08 0,29 0,37

Mengingat kotoran manusia mengandung unsur kimia dan unsur biologis yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan, maka harus diolah lebih dahulu sebelum dibuang ke badan air atau saluran umum. Jika tanpa pengolahan maka zat organik yang terkandung akan menyebabkan penurunan jumlah oksigen yang terkandung dalam air, akibatnya aktivitas organisme dalam air tersebut akan mati dan akan terjadi pembusukan yang selanjutnya akan timbul bau busuk dan lumpur berwarna hitam yang berbau busuk

Karakteristik&Keunggulan  BSL MW 01

BSL MW 01 merupakan teknologi Bioremediasi dengan memanfaatkan mikroorganisme alami (indigenous) yang bermanfaat dan efektif, serta dipadukan dengan konsep pengkayaan nutrisi (inoculant and enrichment concepts) Karakteristik Umum:

Mix culture” (biakan campuran) Mikroba Alami, tanpa rekayasa genetika

Aman bagi manusia, hewan dan tumbuhan serta ramah lingkungan

Mudah penerapannya dan ekonomis

Manfaat dari BSL MW 01  adalah:

Menghilangkan bau

Menekan patogen dalam tinja/air limpasan (menekan salmonela, E.coli dan Candida)

Mempercepat dekomposisi tinja/bahan organik (mempercepat pengomposan)

Meningkatkan kualitas air limbah/air limpasan (menurunkan BOD, COD)

Mekanisme BSL MW 01

Mekanisme secara umum dari BSL MW 01 dalam minimalisasi potensi polutan adalah sebagai berikut:

  • Memanfaatkan gula sederhana dan mendegradasi feces sebagai sumber energi oleh mikroba aerotoleran (fermentasi), sehingga proses degradasi feces relatif menjadi lebih cepat
  • Hasil degradasi secara puterfaksi dengan hasil seperti amonia, asam sulfit, indol dan merkaptan (bau pembusukan) akan di absorb dan dirubah menjadi reaksi fermentasi yang cenderung menghasilkan energi lebih rendah dan mengarah pada hasil gula alkohol, asam organik, asam amino serta relatif bau berkurang (khas asam fermentasi). Amonia dan sulfat oleh mikroba juga dapat dijadikan sebagai sumber alternatif dalam melakukan metabolisme…. sehingga proses penguapan (bau) berkurang atau hilang
  • Keragaman mikroba alami dalam BSL MW 01  secara sinergisme (Aerotoleran microbial), memungkinkan tingkat viabilitas dalam berkompetisi dengan mikroba patogen (E.coli, salmonella)
  • Eksudat dari aktivitas mikroba dalam BSL MW 01 seperti:

Streptomyces sp., Streptomyces sp. adalah orde bakteri Actinomycetales, bakteria yang menyerupai jamur dalam struktur arus cabang. Jenis Streptomyces dapat ditemui pada semua jenis tanah di seluruh dunia dan berperan penting dalam ilmu ekologi tanah. Secara metabolisme Streptomycetes berbeda dengan yang lain, dan hampir memanfaatkan segala jenis kondisi & bahan organik, sumber energinya termasuk gula, alkohol, asam amino sebagai asam organik, dan bermacam-macam aroma. Jenis ini dapat menghasilkan extracellular hydrolytic enzymes. Streptomycetes juga sangat penting dalam bidang kesehatan dan industrial karena dapat melarutkan antibiotik. Terdapat beberapa teori yang mungkin menjelaskan produksi antibiotic, yang paling luas diterima salah satunya bahwa secara relative antibiotik membantu organisme berkompetisi dengan organisme lainnya. Lebih dari 50 antibiotik berbeda telah dipisahkan dari jenis Streptomycetes, termasuk juga streptomycin, neomycin, chloramphenicol dan tetracyclines.

–  yeast,  Yeast/ragi adalah sel tunggal jamur. Ragi berguna memfermentasikan gugus gula kompleks menjadi gula sederhana dari produksi etanol.  Ragi merupakan perkembangan dari jamur Filum Ascomycetes, kelas Saccharomycetes (juga disebut Hemiascomycetes). Ragi dibagi menjadi satu golongan utama Saccharomycetales.         Pada umumnya yeast banyak terdapat pada pohon dan bunga, tanah dan perairan. Ragi juga ditemukan pada permukaan kulit dan dinding usus pada hewan berdarah panas, dimana ragi dapat hidup secara simbiolosis. Saccharomyces cerevisiae digunakan untuk memfermentasikan gula pada nasi, gandum, jewawut, dan jagung untuk menghasilkan kadar alkohol pada makanan dan dalam industri roti untuk mengembangkan atau menaikkan adonan. Ragi sering digunakan sebagai suplemen vitamin karena mengandung 50% protein dan kaya akan vitamin B, niacin, dan asam folik.          S. cerevisiae banyak digunakan untuk memproduksi makanan dan minuman. Fungsi ragi dalam pembuatan roti adalah untuk memfermentasikan gula pada tepung. Fermentasi ini menghasilkan karbondioksida dan etanol. Karbondioksida dibalut dengan balon kecil dan dihasilkan dalam mengembangkan atau menaikkan.adonan.  

 –  Lactobacillus Acidophilus (antibakteri & biotoileto)Lactobacillus Acidophilus adalah salah satu mikroorganisme terpenting yang dapat ditemukan dalam usus kecil. Lactobacillus Acidophilus melaksanakan banyak fungsi kritis antara lain, menghambat dan mencegah organisme pathogenic membelah diri dan hidup. Lactobacillus Acidophilus menghasilkan antibiotik alami seperti lactocidin, acidophilin, dll, yang meningkatkan kekebalan tubuh. Kegiatan anti-microbial Lactobacillus Acidophilus dapat melawan staphylococcus aureus, salmonella, e.colli dan candida albicans.

–   Lactobacillus Brevis Lactobacillus Brevis adalah jenis mikroba yang menghasilkan asam laktat. Organisme jenis ini penting dalam mensintesis dari vitamin D dan K.

–  Lactobacillus Casei (Bio Toileto)Lactobacillus Casei berhubungan dekat dengan keturunan Lactobacillus Rhamnosus dan Lactobacillus Acidophilus dengan beberapa dari efek immuno-modulating seperti lactobacilli lainnya.  Lactobacillus Casei memberikan beberapa efek promosi-kesehatan melalui produksi dan campuran dari bacteriocins, yang menghalangi pertumbuhan dari bakteri pathogenic (bakteri penyakit).

–   Lactobacillus PlantarumLactobacillus Plantarum secara alami mengeluarkan antibiotik lactolin, dan memiliki kemampuan untuk mengumpulkan asam amino L-lysine, yang memiliki aktivitas anti-viral yang bermanfaat. L.P juga menghasilkan enzim glikolitik yang menunjukkan penurunan cyanogenic glycoside dan efektif menghilangkan nitrat selama memproduksi nitrooksida. Probiotik ini adalah kunci untuk memelihara nutrisi, vitamin, dan antioksidan, mengilangkan komponen toxic dari makanan, dan membasmi patogen seperti S. Aureus dari makanan yang difermentasikan. L. Plantarum difermentasikan pada gandum memberikan tantangan kesehatan mengurangi potensi patogen pada lingkungan perairan ataupun tanah.

l  Konsep penambahan nutrien yang ditambahkan tersebut akan digunakan untuk sintesis sel dan pembentukan energi, hal tersebut berkaitan dengan kenaikan nilai MLSS, yang selanjutnya meningkatkan efisiensi reduksi BOD dan COD pada proses waste water treatment ataupun untuk tambak dan kolam

Teknis penerapan BSL MW 01 pada tangki septik

l  Terapkan (siramkan/tuangkan) setiap 3 – 6 bulan sekali ke dalam tangki septik atau melaIlui saluran pembuangan (jamban/kloset) dengan dosis 1-3 liter larutan dalam tangki septik kapasitas rumah tangga

l  Untuk masalah bau dapat langsung disemprotkan atau disiramkan kepada sumber bau (dapat di encerkan setiap 200 cc dalam 1 liter air)

  1. bifidobacterium bifidum (lactis)*B. bifidum adalah mikroorganisme probiotik yang menonjol terutama dalam lapisan membran selaput lendir dari isi perut dan sistem peranakan. B.b mencegah penyerbuan dari kolonisasi bakteri pathogenic yang berhubungan dengan dinding usus, mendesak dan mengambil nutrisi yang tidak ramah dari bakteri dan ragi. B.B menghasilkan lactic dan acetic acids, yang memperlambat pH usus dan mencegah lebih lanjut pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan. Penelitian pada bifidobacteria telah menetapkan bahwa organisme ini meningkatkan asimilasi dari mineral seperti besi, kalsium, magnesium, dan zinc.
  2. Bifidobacterium infantisbi adalah organisme terpenting mengarah untuk merangsang produksi dari agent immunomodulating seperti cytokines. Mengamati perlawanan Aktivitas bakteriodikal seperti pathogen sebagai clostridia, salmonella, dan shigella  3.    Bifidobacterium longumb.l adalah organisme yang sangat banyak ditemui di dalam usus besar.

Yang berperan penting dalam mencegah penyerbuan kolonisasi bakteri pathogenic dengan dipasang pada dinding usus dan mendesak bakteri dan ragi yang tidak ramah. Bersama dengan mikroorganisme lainnya, b.l menghasilkan lactic dan acetic acids yang mengurangi keasaman usus dan mencegah lebih lanjut bakteri yang tidak diinginkan. B.l  dalam pembelajaran klinis, telah ditemukan untuk mengurangi frekuensi dari gastrointestinal kekacauan (diare,mual,dll) selama penggunaan antibiotik.

  1. enterococcus faeciume.f telah ditunjuk sebagai hal terpenting dalam mendukung perihal gizi dari penyait diare, terutama dalam kasus dimana microba pathogenic, seperti rotavirus, menyerbu isi perut. Organisme tertentu ini hanya menjajah bidang GI. Penelitian baru-baru ini menandai bahwa sebuah e.f mengandung yogurt yang dengan mantap dapat mengurangi kolesterol LDL. E.f adalah aman, dan telah diteliti secara ektensif oleh WHO. Dari tahun ke tahun Probiotik ini telah menjadi sangat populer dalam kesehatan profesional karena terbukti memiliki nilai pengobatan. Jenis ini menunjukan aktivitas yang kuat melawan sebuah varietas dari organisme pathogenic. Dalam beberapa penelitian telah terbukti melawan varietas yang luas dari antibiotik dan dalam suatu pembelajaran, dibuktikan e.f lebih efektif daripada l.acidophilus dalam memendekkan durasi dari episode diare. E. F adalah penghuni dari sistim usus manusia
  2. Lactobacillus BulgaricusLactobacillus Bulgaricus diketahui sebagai sebuah mikroorganisme sementara yang tidak berkembang dalam usus, namun tetap memberikan peran pelindung yang penting. Organisme ini digunakan secara ektensif dalam fermentasi komersial dari yogurt. Produksi dari lactic acid oleh bacterium memberikan lingkungan yang menguntungkan bagi pertumbuhan lactobacilli lainnya dan bifidobacteria yang berada dalam usus. Penelitian menunjukan bahwa keturunan tertentu dari Lactobacillus Bulgaricus merangsang produksi dari interferon dan faktor kematian tumor, dengan menetapkan sebuah peran potensial dalam mengatur sistem kekebalan tubuh.

Cara Kerja dari BSL MW-01 :

BSL MW-01 berbahan dasar mikroba (bakteri pengurai) yang berfungsi mengurai atau mendegradasi limbah (tinja) yang ada di septic tank. Jadi, BSL MW-01 ini adalah menambah jumlah bakteri pengurai yang ada di septic tank. Hal tersebut karena jumlah bakteri pengurai alamiah yang ada di septic tank tidak mencukupi untuk mendegradasi limbah sesuai dengan kapasitas. Sehingga kemampuannya terbatas yang berakibat jumlah yang diurai dengan jumlah limbah yang bertambah tidak seimbang. Secara normal kemampuan bakteri alamiah adalah 3-4 hari untuk mengurai limbah dengan sempurna.

Setelah ditambah dengan BSL MW-01 maka kemampuan bakteri pengurai alamiah dan tambahannya meningkat drastis dari segi jumlah maupun kemampuannya. Proses penguraian (degradasi) menjadi jauh lebih cepat yaitu 6 jam dari sebelumnya yang memerlukan waktu berhari-hari.

Hasil dari proses penguraian ini adalah air limbah yang keruh dan bau menjadi jernih dan Fresh dengan ph = NORMAL. Air yang jernih tersebut dengan mudah akan diserap oleh tanah sehingga bermanfaat bagi lingkungan dan tumbuh-tumbuhan di sekitarnya.

Bagaimana dengan bakteri pengurai tersebut apabila limbahnya sudah terurai? Bakteri tersebut tetap ada dan berfungsi sebagai bakteri pengurai dan unsur keseimbangan alam di septic tank. Jumlahnya tidak sebanyak ketika ditambah (dituang) dengan MW-01 karena sebagian bakteri tersebut melemah setelah menguraikan limbah.

  1. Bau:

Untuk menghilangkan bau yang timbul dari kamar mandi atau sampah dapat menggunakan BSL MW-01 untuk menetralisasi.

Bau dari Lantai Kamar Mandi:
BSL MW-01 dapat berfungsi sebagai penetral bau sekaligus penyegar di kamar mandi. Setelah lantai disikat untuk menghilangkan lumut atau kerak, bersihkan dengan air, kemudian bilas dengan larutan MW-01 agar bakteri tersebut dapat didegradasi sehingga aman.

Tuangkan 30ml MW-01 ke dalam cawan atau ember, tambahkan air 70ml – 100ml, kemudian aduk hingga tercampur. Semprotkan ke lantai yang timbul bau kemudian bersihkan dengan sikat atau pel. Atau Semprotkan larutan ini dengan sprayer dan diamkan 5 – 10 menit sebelum kamar mandi digunakan kembali.

Bau dari Sampah Organik Rumah Tangga:
Tuangkan MW-01 ke dalam sprayer kemudian semprotkan ke tumpukan sampah organik. Ulangi terus hingga tidak timbul bau. Jika dilakukan secara rutin maka dalam waktu 1 – 2 bulan sampah organik tersebut akan menjadi kompos (cair+padat).

  1. Septik Tank Penuh

Air Kloset Membludak:
Hal ini timbul akibat septic tank yang telah penuh dan tidak mampu menampung jumlah limbah (tinja+air). Jumlah bakteri pengurai alamiah di dalam septic tank tidak memenuhi syarat untuk mengurai/mendegradasi limbah yang ada sehingga menjadi penuh. Dinding dan dasar septic tank yang tertutup oleh limbah yang memadat akibat proses pengendapan menutup pori-pori dinding dan dasar septic tank mempersulit penyerapan cairan limbah. Jadi, perlu penambahan jumlah bakteri ke dalam septic tank hingga tercapai kondisi ideal keseimbangan alam antara bakteri pengurai dengan jumlah limbah.

Tuangkan satu liter BSL MW-01 ke kloset, dan siram/flush hingga bersih. BSL MW-01 yang berisikan bakteri pengurai akan menuju ke septic tank, 2-4 jam kemudian, bakteri tersebut akan mulai bereaksi dengan menguraikan/mendegradasi limbah yang terdapat di dalam septic tank. Proses penguraian ini memerlukan waktu maksimal 8 jam. Hasil proses penguraian ini adalah gas dan cairan yang bening dengan pH=NETRAL. Oleh karena itu, waktu terbaik untuk menuangkan BSL MW-01 adalah pada malam hari, selain aktivitas menggunakan kloset minimal juga suhu udara yang sesuai yang akan menstabilkan proses penguraian.

Bau dari Septic Tank:
Proses penguraian limbah menghasilkan gas yang tentu saja baunya tidak sedap. Hal ini timbul karena jumlah limbah dan bakteri pengurai tidak seimbang, selain kemampuan bakterinya sudah menurun mengakibatkan proses penguraiannya tidak sempurna. Penyelesaiannya adalah menambah jumlah bakteri pengurai sehingga proses penguraiannya menjadi lebih baik dan sempurna. Gas yang dihasilkan menjadi bau yang lebih segar.

Tuangkan satu liter BSL MW-01 ke kloset, dan siram/flush hingga bersih. Proses akan berjalan selama maksimal 12 jam setelah bakteri tersebut berada di dalam septik tank. Sebaiknya dituangkan pada malam hari.

Tidak Surut: Pertanyaan ini menarik karena berkaitan dengan berbagai hal.

1        Volume Septic Tank

2        Larutan Garam

3        Larutan Kimia/Pewangi Kimia

4        Konstruksi Septic Tank

5        Kondisi Tanah, dan

6        Faktor Ideal Septic Tank

> 1. Volume Septic Tank:


Ukuran di atas standar membutuhkan jumlah bakteri pengurai lebih besar. Standar ukuran rumah tangga adalah 2 meter kubik. Rumus volume = panjang x lebar x tinggi.

1 liter BSL MW-01 ≈ 2 m³ (meter kubik).

Dengan demikian, jika ukuran septic tank lebih besar maka BSL MW-01 ekuivalen dengan volume septic tank. Misalnya, volume septic tank = 5 m³ maka BSL MW-01 = ± 3 Liter (botol).

> 2. Larutan Garam:


Larutan ini sering digunakan untuk mempercepat proses pengendapan limbah di septic tank. Akibatnya endapan yang terjadi akan memadat dan menutup pori-pori dinding septic tank sehingga air limbah tidak segera dapat terserap ke bumi dan terjebak di dalam septic tank.

Penyelesaiannya adalah menetralkan larutan garam yang tersisa di dalam septic tank, mencairkan limbah yang memadat yang telah menempel dan menutup pori-pori dinding, terakhir adalah menyeimbangkan jumlah bakteri pengurai di dalam septic tank. Oleh karena itu, jumlah BSL MW-01 yang dituang lebih banyak dari semula.

Normal: 2 m³ (meter kubik) ≈ 1 Liter BSL MW-01

Larutan Garam: 2 m³ (meter kubik) ≈ 3 – 4 Liter BSL MW-01

> 3. Larutan Kimia/Pewangi Kimia:


Terlalu sering menggunakan Larutan Kimia/Pewangi Kimia mengakibatkan bakteri pengurai banyak yang mati dan limbah cair menjadi tercemar. Kondisi ini membuat keseimbangan alam di septic tank menjadi rusak dan kacau. Akibatnya limbah dan cairannya menggenang dan bakteri pengurai menjadi mati, otomatis tidak ada lagi bakteri pengurai yang bertugas menguraikan/mendegradasi limbah. Limbah cair (tinja) sebagian kecil akan memadat dan atau mengering kemudian mengendap di dasar septic tank.

Kondisi seperti ini sering terjadi karena faktor kurangnya pengetahuan mengenai limbah dan penanganannya dan terkesan ingin penyelesaian yang cepat atau instant. Akhirnya, dengan menggunakan bahan kimiawi yang berlebihan dan tidak tepat mengakibatkan keseimbangan alam menjadi terganggu. Proses secara biologis membutuhkan waktu lebih lama tetapi tidak merusak sedangkan proses kimiawi jika penggunannya tidak tepat akan merusak dan fatal.

Penyelesaiannya adalah menetralkan kembali kondisi limbah cair di dalam septic tank. Setelah kondisi alamiah menjadi netral maka langkah berikutnya adalah mengembalikan keseimbangan alam antara jumlah bakteri pengurai dengan limbah cairnya. Ringkasnya, jumlah bakteri harus lebih banyak ditambahkan ke dalam septic tank.

Normal: 2 m³ (meter kubik) ≈ 1 Liter BSL MW-01

Larutan Kimia/Pewangi: 2 m³ (meter kubik) ≈ 3 – 4 Liter BSL MW-01

> 4. Konstruksi Septic Tank:


Konstruksi yang kurang atau tidak memenuhi syarat dapat menyebabkan proses degradasi limbah menjadi tidak maksimal. Beberapa kasus yang kami temui mengindikasikan bahwa ada kesalahan, kelalaian bahkan ketidaktahuan. Penyebabnya bermacam-macam, antara lain:

  • Ukuran Septic Tank
  • Bentuk & Konstruksi Septic Tank
  • Tidak adanya lubang udara
  • Usia dan atau
  • Missconstruction akibat kesalahan pengerjaan

Ukuran ideal untuk Rumah Tangga adalah ≈ 2 m³, untuk gedung perkantoran bisa dikonsultasikan dengan Arsitek atau Kontraktor.

Bentuk & Konstruksi sedikit banyak berpengaruh pada keseimbangan alam antara bakteri pengurai dan limbah. Model atau bentuk septic tank terdiri dari dua model:

  • Silinder
  • Kotak persegi

Bentuk terbaik adalah tanpa sudut. Menggunakan bentuk persegi lazimnya seperti lubang sampah tetapi sudut-sudutnya dibuat melengkung sehingga bakteri dapat mengurai limbah dengan maksimal.

Konstruksi septic tank umumnya adalah dinding-dindingnya menggunakan lapisan semen, pasir, dan bata atau bisa juga menggunakan bentuk yang sudah jadi. Umumnya terdiri dari campuran pasir, semen, batu kerikil bahkan ada yang dari bahan fiber glass. Kami anjurkan menggunakan konstruksi yang mampu menyerap air di kedua sisi yaitu sisi-sisi samping dan bagian dasar septic tank. Hal ini agar proses penyerapan ke dalam tanah menjadi maksimal sekaligus membantu mengembalikan keseimbangan alam di dalam tanah dan sekitarnya.

Selain itu konstruksi septic tank terdiri dari beberapa jenis teknik serapan antara lain:

Khusus untuk Serapan Kompleks umumnya memerlukan uji limbah untuk menentukan kadar/dosis dan jumlah yang diperlukan untuk menetralkan limbah.

Lubang Udara Tertutup atau Tidak Ada dapat menyebabkan proses degradasi menjadi lambat dan terhambat. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Lubang udara berfungsi sebagai saluran udara septic tank. Udara di dalam septic tank memiliki kadar bau yang cukup menyengat, suhu cukup hangat dan memiliki tekanan. Udara yang dihasilkan dari proses degradasi limbah (alamiah dan atau ditambah BSL MW-01) adalah gas metana, CH4, yang memiliki suhu cukup hangat dan sangat bermanfaat bagi lingkungan ketika terlepas ke udara.

Apabila septic tank tersebut tidak memiliki lubang udara atau tersumbat maka udara di dalam septic tank tersebut akan terkurung dan dengan suhu yang cukup hangat lambat laun akan mengeringkan limbah cair yang menempel di pori-pori dinding septic tank. Selain itu, keadaan tersebut akan membunuh bakteri pengurai alamiah, dan tekanan yang ada di dalam septic tank akan membuat limbah cair dan air limbah menjadi tertekan sehingga air limbah akan naik dan mencari lubang untuk menyalurkan dan melepaskan tekanan gas yang ada di dalam septic tank. Hal ini yang menyebabkan kloset menjadi membludak atau ada tekanan balik ketika air di kloset di-flush karena adanya tekanan gas dari proses degradasi limbah oleh bakteri pangurai yang tidak bisa keluar akibat tidak adanya lubang udara.

Keadaan seperti tersebut di atas umumnya terjadi jika pori-pori dinding septic tank telah tertutup dan atau limbah car tersebut menempel, mengering dan mengeras. Proses limbah cair yang mengering bisa dihambat dengan adanya lubang udara karena selain gas metana dapat cepat terlepas ke udara, suhu dan tekanan di dalam septic tank menjadi lebih rendah dan stabil sehingga limbah cair yang menempel tersebut tetap lunak dan mudah untuk didegradasi yang akhirnya pori-pori dinding septic tank tidak tertutup.

Solusinya adalah dengan membuka lubang udara yang tersumbat atau membuat saluran udara di permukaan atas septic tank tersebut. Septic tank tetap membutuhkan udara yang tersirkulasi dengan baik dan lancar sesuai dengan kondisi ketimbangan alam yang ada di dalam septic tank tersebut. Udara di dalam septic tank yang terlepas kan mendapat suplai udara akibat sirkulasi alamiah. Dengan demikian usia bakteri alamiah semakin lama, keseimbangan alam, tekanan dan suhu lebih stabil sehingga usia septic tank menjadi lebih panjang (lama).

Usia Septic Tank dapat mempengaruhi kinerja bakteri pengurai dalam memproses limbah tersebut. Umumnya karena konstruksinya yang mulai melemah akibat pori-pori yang telah tertutup akibat limbah cair telah mengering dan mengeras di dinding samping septic tank atau mengendap dan mengeras di dasar septic tank. Umumnya usia pakai septic tank antara 20 – 50 tahun dan bahkan bisa lebih.

  

Misconstruction akibat kelalaian atau kesalahan konstruksi bisa mengakibatkan septic tank tidak berfungsi dengan baik. Kesalahan ini terjadi karena beberapa hal yaitu:

  1. kesalahan baca konstruksi sehingga ketika dilakukan pembangunan menjadi salah,
  2. kesalahan desain konstruksi, dll

Salah satunya adalah ketiadaan lubang udara, lantai septic tank yang keras tanpa adanya pori-pori yang bisa membuat air limbah bisa terserap lancar ke bumi.

> 5. Kondisi Tanah:
Sedikit banyak mempengaruhi proses penyerapan air limbah dan berkembang biaknya bakteri pengurai. Struktur tanah yang terlalu padat sangat baik sebagai penampung air dan tidak mudah surut karena pori-pori tanah merapat dan sering tumbuh lumut.

Kondisi ini jika berlangsung lama akan membuat air di dalam septic tank tidak mudah surut melewati pori-pori. Apalagi jika bakteri pengurai tidak bekerja maksimal yang lama-kelamaan akan menggenang dan menjadi empang tertutup yang tidak sehat.

Struktur tanah yang terlalu renggang membuat pori-pori tanah sangat mudah melewatkan air. Hal yang demikian menjadi bom waktu di kemudian hari karena tidak ada lagi yang tersisa dan limbah cair septic tank akan menumpuk dan memadat sehingga lama-kelamaan akan menutup pori-pori. Bakteri pengurai alamiah pun tidak berkembang biak dengan semestinya. Hal yang seperti menimbulkan penyakit, bakteri yang seharusnya menguraikan bakteri akan menumpuk dan menjadi penyakit.

Struktur tanah ideal adalah kombinasi kedua struktur tanah di atas. Bagaimana mengetahui dan membuat struktur tersebut lebih baik? Cukup memakan waktu dan cukup sulit menentukannya. Tetapi ada cara-cara yang cukup ampuh agar struktur tanah di dalam septic tank menjadi berfungsi dengan semestinya.

Hal yang paling mudah dilakukan adalah dengan menambahkan ijuk, batu kali/koral dan batu apung ke dalam septic tank.

Ijuk, akan membuat lapisan di atas tanah dan menjadi membran sekaligus rumah bagi bakteri agar berkembang biak dengan baik.
Batu kali/koral berfungsi ganda, sebagai pemberat ijuk dan sebagai tempat berkembang biak memanfaatkan rongga yang terdapat di batu kali/koral.
Batu apung yang mengambang dan bergerak tak beraturan berfungsi sebagai tempat bakteri pengurai menempel dan tinggal sementara waktu sambil melakukan proses penguraian.

Dari ketiga hal demikian di atas membuat bakteri mampu bekerja efektif dan maksimal dalam penguraian limbah cair di septic tank.

> 6. Faktor Ideal Septic Tank:


Kriteria Septic tank standar meliputi

Volume = ± 2 m³ (minimal ukuran rumah tangga)
Struktur dan Konstruksi = Dinding rapat berpori dan lantai kasar, berpori
Komposisi Limbah Cair + Air = Tidak tercampur limbah fabrikasi; plastik, kertas, pembalut wanita, dll.,
Bakteri Alamiah = tidak terkontaminasi (tercampur) dengan bahan pelarut kimiawi; pewangi, karbol, dll., dan
Kondisi Struktur Tanah= rapat, lunak & berpori (atau dapat dimodifikasi jika tidak memenuhi kriteria)

Kondisi septic tank standar di atas kemudian ditambahkan FAKTOR IDEAL Septic Tank, yaitu:

Ijuk
Batu Kali/Koral & Batu Apung
BSL MW-01

Faktor Ideal Septic Tank inilah yang akan memaksimalkan fungsi septic tank sebagai unit pengolah & pengurai limbah rumah tangga yang terawat secara alamiah, terus menerus terbaharui kondisi & keseimbangan alamnya. Hasil akhirnya adalah septic tank yang sudah ada tidak perlu pembongkaran, tidak perlu penyedotan limbah cair dan tidak perlu “perbaikan” kecuali kondisi septic tank sudah tidak layak lagi sehingga harus dibongkar atau direnovasi.

Kondisi perawatan diatas sebenarnya merupakan optimalisasi unit pengolahan air limbah rumah tangga dengan biaya operasional rendah, aman dan hasil akhirnya memenuhi standar baku mutu lingkungan.

  1. Pupuk Tanaman

BSL MW-01 selain berfungsi sebagai degradator limbah di septic tank juga berfungsi sebagai pupuk cair organik untuk tanaman. Berdasarkan hasil uji praktek di lapangan, BSL MW-01 dapat digunakan sebagai pupuk untuk:

[ 1 : 60 ] Tanaman Hias:

Aglaonema, Anthurium, Philodendron

Anggrek, Bambu Air, Melati, Mawar

Sikas, Sansivera, Puring

Euphorbia, Adenium, Kaktus, dll

[ 1 : 25 ] Tanaman Buah: Tabulampot & Non Tabulampot

Jeruk: Limau, Mandarin, Kip, dll.

Jambu: Jambu Biji, Jambu Air, Jambu Bangkok

Teh Rosella

Timun Jepang, Cabai, dll

Umumnya tanaman hias & buah rentan terhadap perubahan cuaca, media dan pupuk yang terkadang berlebih. BSL MW-01 yang terbuat dari bahan organik telah terbukti aman untuk digunakan sebagai pupuk cair organik. Tentu saja harus diencerkan terlebih dahulu agar

kandungan vitaminnya tidak berlebihan pada saat disiramkan ke tanaman.

SARAN PEMAKAIAN

Tanaman Hias

Perbandingan = 1 : 60

Interval Siram = 1 x 14 hari

Waktu = Sore, 16.00 – 17.30

1 bagian MW-01 dicampur dengan air bersih sebanyak 60 bagian MW-01. Contoh: Tuangkan BSL MW-01 sebanyak 1 gelas (ukuran 200mL) ke dalam ember. Kemudian, tuangkan 60 gelas air bersih (ukuran 200mL) ke dalam ember yang terisi BSL MW-01. Aduk hingga tercampur dan siramkan ke tanaman. Penyiraman bisa untuk daun, batang dan akar.

Tanaman Buah

Perbandingan = 1 : 25

Interval Siram = 7 – 10 hari

Waktu = Sore, 16.00 – 17.00

1 bagian MW-01 dicampur dengan air bersih sebanyak 25 bagian MW-01. Contoh: Tuangkan BSL MW-01 sebanyak 1 gelas (ukuran 200mL) ke dalam ember. Kemudian, tuangkan 25 gelas air bersih (ukuran 200mL) ke dalam ember yang terisi BSL MW-01. Aduk hingga tercampur dan siramkan ke tanaman. Penyiraman bisa untuk daun, batang dan akar.

Mempercepat Bunga pada Tanaman Buah

Perbandingan = 1 : 20

Interval Siram = 5 hari hingga muncul bunga

Waktu = Pagi, 05.30 – 07.00, Sore, 16.00 – 17.00

Area Siram = Batang pohon dan daun

1 bagian MW-01 dicampur dengan air bersih sebanyak 20 bagian MW-01. Contoh: Tuangkan BSL MW-01 sebanyak 1 gelas (ukuran 200mL) ke dalam ember. Kemudian, tuangkan 20 gelas air bersih (ukuran 200mL) ke dalam ember yang terisi BSL MW-01. Aduk hingga tercampur dan siramkan ke tanaman. Gunakan Sprayer dan semprotkan ke arah batang pohon dan daun hingga merata. Hentikan penyiraman setelah muncul bakal bunga. Setelah berbungan, lakukan penyiraman antara 2 – 3 kali supaya bunga ridak rontok dan bunga yang telah berbuah lebih tahan terhadap cuaca. Kombinasikan dengan penyiraman rutin, dan pada saat berbunga dan berbuah biasanya membutuhkan kadar air yang lebih banyak.

  1. Kompos

Masalah utama yang dihadapi oleh pemukiman di perkotaan dan perumahan padat selain limbah di septic tank adalah sampah. Setiap rumah tangga setidaknya menghasilkan dua jenis sampah yaitu:

Sampah Organik, dihasilkan dari sampah rumah tangga:

sayuran,

buah-buahan,

daun busuk,

air cucian daging,

dan semua sampah yang bisa membusuk.

Sampah An-Organik, dihasilkan dari sampah-sampah:

plastik,

kertas,

styrofoam,

logam,

tinta dan barang-barang berbahaya lainnya

Sampah An-organik umumnya dimusnahkan dengan cara dibakar atau dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan untuk keperluan sehari-hari, misalnya mainan, pot, tas dan pernik-pernik perhiasan. Untuk hal tersebut dibutuhkan keterampilan, kreativitas dan memiliki keinginan untuk memanfaatkan hasil produksi industri besar yang tidak terolah.

Upaya pelestarian lingkungan dapat dimulai dari lingkup kecil yaitu individu (pribadi) atau keluarga. Lingkup yang lebih besar dimulai dari lingkup RT, RW, Kecamatan hingga yang lebih besar lagi yaitu Pasar Tradisional.

Anda bisa membuat Kompos sendiri dengan memanfaatkan sampah organik dan BSL MW-01 sebagai zat pembentuknya (trigger). Hal ini karena BSL MW-01 mengandung bakteri-bakteri pengurai yang bermanfaat.

Langkah Pembuatan:

19    Potong atau cacah semua sayuran dan sampah organik yang akan dipakai,

20    Letakkan cacahan sampah & sayuran tersebut ke dalam tong/ember yang telah dipasang saringan,

21    Aduk hingga tercampur semua potongan sampah & sayuran,

22    Tuangkan BSL MW-01 ke dalam tabung Sprayer atau mangkok, semprot atau cipratkan ke tumpukan sampah di dalam tong/ember tersebut hingga merata,

23    Aduk-aduk dengan kayu hingga tercampur rata,

24    Tutup tong/ember hingga rapat.

Ulangi proses ini keesokan harinya hingga 4 – 6 minggu. Tambahkan atau semprotkan lagi BSL MW-01 setiap kali akan mengaduk dan dosis bisa ditambah jika timbul bau akibat proses penguraian. Lakukan terus-menerus hingga terbentuk kompos.

Keterangan Proses

> Kompos:

BSL MW-01 merupakan media yang akan menjadi pemicu dan pengurai dalam proses pembuatan kompos. Jumlah bakteri yang terdapat di BSL MW-01 akan memicu bakteri yang terdapat di limbah organik agar segera terbentuk atau hidup (bangun dari tidur panjang) untuk bersama berfungsi sebagai bakteri penghancur. Apabila proses ini telah terlewati maka proses berikutnya adalah bakteri tersebut secara bertahap akan menguraikan limbah oraganik yang sudah mulai hancur struktur padat dan mulai dipisahkan. Proses ini akan menghasilkan bau, cairan kental, perubahan warna dan mulai memadat di beberapa struktur organik.

Waktu dan suhu yang telah terbentuk sedemikian rupa akan membentuk proses penguraian yang sempurna untuk menjadi kompos. Dengan bantuan beberapa kali proses pencampuran, agar lebih tercampur, waktu yang dibutuhkan untuk menjadi kompos, cair dan padat, rata-rata 4 – 6 minggu terhitung dari pertama kali pemberian BSL MW-01.

Kompos yang terbentuk akan terlihat berwarna coklat kehitaman. Padatan ini telah menjadi kompos padat yang dapat langsung digunakan untuk tanaman. Caranya ialah bisa dicampur dengan tanah menggunakan perbandingan tertentu, atau dicampur dengan sekam, pakis, dan serbuk gergaji sebagai media tanam organik yang sehat.

> Air Lindi:
Cairan kental yang dihasilkan, umumnya disebut air lindi, dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair organik. Air lindi tersebut masih perlu satu tahap proses lagi karena biasanya berbau busuk dan menyengat. Oleh karena itu, masukkan beberapa cc BSL MW-01 ke larutan air lindi. Aduk-aduk hingga tercampur, kemudian tutup dengan rapat. Setelah 5 – 10 menit, buka tutup untuk memastikan bau sudah ternetralisir atau belum.

Jika bau sudah ternetralisir tutup kembali dengan rapat dan diamkan hingga 3 – 7 hari. Setelah itu cek kembali apakah masih berbau busuk menyengat atau tidak. Apabila masih berbau, tuangkan lagi beberapa cc BSL MW-01 dan aduk kembali hingga tercampur dan tutup kembali.

Proses fermentasi ini dapat dihentikan ketika bau yang dihasilkan adalah sudah berbau seperti bau ragi (yeast) atau menyerupai bau tape. Jika sudah demikian, diamkan selama satu minggu lagi untuk memastikan proses fermentasi sudah selesai, ditandai dengan bau yang masih seperti ragi (yeast) atau tape.

Air lindi tersebut sudah menjadi pupuk cair organik yang aman untuk dipergunakan sebagai pupuk cair untuk tanaman. Konsentrasi yang disarankan adalah 1 : 40 atau 1 : 30, atau sesuaikan dengan kondisi tanaman dan lingkungan sekitarnya.

  1. Aquarium / Kolam

Aplikasi BSL MW-01 lainnya adalah sebagai Penjernih Air Organik di aquarium untuk indoor dan kolam untuk outdoor. Fungsi tambahan ini ditemukan oleh pelanggan BSL MW-01 dan sementara telah kami uji coba di laboratorium lapangan BSL dan ternyata mampu menjernihkan air tanpa mencemari air aquarium//kolam sehingga memperpanjang waktu kuras air.

Secara normal, waktu kuras akuarium/kolam berkisar antara 2-4 minggu tergantung ukuran dan jumlah ikan yang terdapat di akuarium/kolam. Penambahan BSL MW-01, selain mampu menjernihkan air, waktu kuras menjadi lebih panjang dan tidak perlu bongkar pasang pasir, batu dan hiasan di dalam kolam.

  1. Peternakan

Penggunaan BSL MW-01 di Peternakan berdasarkan pada kemampuan dasar larutan ini yang mampu menghilangkan bau. Maksudnya adalah, kotoran ayam yang berbau dapat dinetralkan baunya dengan larutan BSL MW-01 yang disemprotkan dengan dosis yang variatif tergantung kadar bau.

Berdasarkan kemampuan tersebut, pertanyaan berikutnya adalah apakah memungkinkan jika proses penetralan dilakukan di dalam lambung/tembolok ayam? Sehingga kotoran yang keluar tidak lagi berbau atau berkurang kadar baunya. Akan lebih baik lagi jika bisa langsung berfungsi sebagai kompos padat yang bermanfaat untuk pertanian.

BSL MW-01 dilarutkan dengan air jenih kemudian digunakan sebagai minuman (vitamin) untuk ayam. Minuman ayam ini lantas menjadi pelarut sekaligus penetral di lambung/tembolok ayam dan terus ke usus ayam sehingga ketika dikeluarkan menjadi berkurang baunya. Harapannya, proses penetralan manjadi sempurna ketika menyatu di dalam metabolisme pencernaan ayam yang sekaligus dapat menjadi pemroses kotoran yang efisien dan efektif. Hasil akhirnya yaitu selain bau menjadi netral, sekaligus menjadi pupuk kompos organik sempurna.

Saat ini, kami sedang dalam tahap uji coba dengan peternak di daerah berdasarkan diskusi sebelumnya. Sementara ini hasilnya cukup memuaskan dan sesuai dengan asumsi awal. Bahkan hasil yang diperoleh jauh lebih baik ketika kompos (kotoran) diaplikasikan ke pertanian. Namun demikian, kami sedang menguji lagi untuk menentukan dosis yang sesuai sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

Hasil uji coba, foto dan dosisnya akan kami publikasikan di website ini beserta keterangan & data teknis serta nara sumbernya.

Nantinya, diharapkan hasil uji coba ini dapat diterapkan pada jenis peternakan lainnya dalam skala kecil atau skala besar (industri) sesuai dengan kondisi lingkungan dan dosis yang tepat. Tujuannya adalah mengurangi bau yang mengganggu lingkungan sekaligus mengoptimalkan limbah kotoran ternak yang dapat digunakan langsung ke pertanian. Hal ini berarti dapat membantu memulihkan kondisi tanah pertanian menjadi lebih baik dan menjadi pertanian organik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: